PENGELOLAH BLOG

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label hobby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobby. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2012

BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN SENAPAN ANGIN

Bagaimana cara menembak senapan angin ?. Orang-orang ingin sekali bisa jago tembak tetapi tidak mengetahui cara-cara menembak dengan baik. Jika kalian lihat di Tv, itu adalah cara menembak yg salah dan sepertinya terlihat lucu. Jika kalian perhatikan pada sa'at menembak jarak waktu penembakan dan perkena'an, type senjata, jarak target, menurut saya tidak seimbang. Dan bisa di bilang itu hanya trik kamera, kalian bisa mengetahui hal-hal tsb apabila kalian sudah dapat menembak dengan baik.

Dan kini saya ajarkan kepada kalian cara menembak dengan senapan-angin. Menembak menggunakan senapan-angin type pompa tidaklah harus menggunakan tenaga ekstra untuk menembak. Tidak seperti kalian menembak menggunakan senapan-angin type per (sekali kokang langsung doorrr....). Untuk menembak senapan-angin type pompa kalian harus memompa senapan tsb sekuat-kuatnya tenaga senapan tsb, jika kalian ingin menembak menggunakan telescope kalian harus menggunakan perasa'an yg lebih mendalam layaknya kita menyukai seseorang agar tembakan tepat pada sasaran, untuk menembak menggunakan telescope kalian harus menyetel sesuai dengan ketentuan dari buku pedoman telescope tsb. Dan jika kalian ingin menembak menggunakan senapan per, kalian harus menggunakan tenaga ekstra pada sa'at menembak, walaupun tidak pada sa'at mengokang senjata tsb.

Cara menembak menggunakan per ada beberapa cara yaitu:
-> Menahan senapan sekuat tenaga ke bahu kalian, hingga benar-benar diam, setelah benar-benar diam kalian bisa menekan trigger/pelatuk senapan tsb, hasil tembakan tergantung dari kalian menahan sampai menembak, jika kalian menahan dengan sekuat tenaga kalian akan mendapatkan hasil yg memuaskan, tetapi jika kalian tidak menahan sekuat tenaga atau ogah-ogahan kalian tidak dapat hasil yg memuaskan, bahkan bisa-bisa peluru yg kalian tembakkan nyasar, jadi tidak mudah menembak menggunakan senapan per.
-> Melemaskan tangan atau jangan di tahan dengan tenaga pada sa'at menembak, menembak menggunakan cara ini biasanya di lakukan untuk tembakan jarak jauh sekitar 25-55 meter. Yg caranya kalian harus melemaskan tangan kiri kalian (jika kalian tidak kidal), tetapi tangan kanan kalian tetap memegang dengan kuat pegangannya hingga kalian menekan trigger senapan tsb.

Tetapi ingat jika kalian sudah jago tembak janganlan di gunakan untuk hal yg negative, jika kalian menggunakan untuk hal yg negative ( membunuh menggunakan senapan ) kalian juga akan di bunuh, tetapi tidak menggunakan senapan-angin, melainkan menggunakan sejata api peluru karet dan besi. Jadi tidak mudah menjadi sniper.

Menjadi sniper/penembak jitu memang susah-susah mudah, mudah'a kalian dapat membunuh siapa saja yg kalian anggap hidup'a sudah tidak berguna lagi dan susah'a kalian harus belajar menembak menggunakan senjata api, berbeda dengan menembak menggunakan senapan-angin seperti yg saya jelaskan di atas. Jika kalian ingin belajar menembak menggunakan senjata api kirimkan pertanya'an kalian ke alamat E-mail untung_themaster_ofgun@yahoo.com

Berbicara tentang sniper, saya akan memberi tahu beberapa hal yg harus di miliki oleh sniper. Jika kalian ingin menjadi sniper menggunakan senapan-angin kalian tidak harus mengeluarkan uang yg banyak cukup dengan Rp. 5.000.000,- kalian sudah dapat belajar menjadi sniper senapan-angin. Dengan harga itu kalian dapat menembak sasaran yg berjarak sekitar 50 meter dengan tepat menggunakan telscope 3-9x40 dan senapan 1500 psi.
Jika kalian ingin menembak sasaran pada jarak 75-100 meter kalian harus bermodalkan sekitar Rp. 9.000.000,- menggunakan senapan 3000 psi dan telescope 4-12x56 yg jarak pandangnya hingga 150 meter. 
Dan jika kalian ingin membunuh sasaran dengan 1x tembak (one shot one kill) kalian harus bermodalkan yg cukup besar sekitar Rp. 12.000.000,- yaitu dengan senapan berkaliber .22 bertekanan hingga 6000 psi dan menggunakan telescope 4-12x76. jika kalian ingin memiliki senapan tsb, kalian harus berumur diatas 17 th, karena menggunakan surat keterangan dari kepolisian setempat. 
Senapan yg biasa di gunakan para sniper senapan-angin adalah senapan-angin call .177 bertekanan 3000 psi yg cukup bisa membunuh sasaran dengan 2x tembak menggunakan peredam suara dari jarak 40 meter.
Berbicara tentang senapan-angin, kalian juga dapat menjadi sniper yg handal jika kalian sudah menguasai cara-cara menembak menggunakan senapan-angin. Ini bisa dilakukan jika kalian sudah pernah menembak menggunakan senapan-angin selama 4-6 bulan berturut-turut, baik menggunakan senapan pompa atau senapan PCP yg menggunaka call .177. Senapan berkaliber .177 bisa kalian dapatkan dengan mudah di toko-toko senapan-angin tanpa mengurus surat keterangan dari kepolisian setempat, jadi, senapan ini yg biasa di gunakan orang untuk berburu. 
Berbicara tentang senjata yg di gunakan para sniper senapan- angin, berikut yg biasa di gunakan sniper senapan=angin:
 Senjata berkaliber yg lebih besar dari yg biasa di gunakan orang pada umumnya.
 Menggunakan peluru buatan sendiri dengan campuran tembaga dan timah, agar hasil tembakan tidak meleset.
 Menggunakan senjata bertekanan lebih dari 3000 psi untuk jarak dekat.
 Menyetel trigger/pelatuk pada tarikan 3 pon/1.5 kg
 Menggunakan bantalan untuk menyangga pipi.
 Tentunya telescope yg berukuran lebih besar atau telescope untuk senjata api.

Sebelum menembak, biasanya para sniper senapan-angin memerhatikan
hal-hal diatas. Agar hasil tembakan tidak meleset, maupun nyasar. Bagi para sniper tidak ada istilah tembakan ke-2 untuk satu sasaran, atau biasanya para sniper menyebutnya one shoot one kill jika sniper menembak ke-2 kalinya untuk satu sasaran, sama saja membunuh dirinya. Jadi, para sniper bisanya menggunakan senapan yg berkalliber besar agar dpt membunuh sasarannya dengan satu kali tembak. Senjata yg berkalliber besar, basanya MOA ( minutes of accuration ) lebih kecil dari pada senjata yg menggunakan kalliber lebih kecil, selain MOA lebih kecil, senjata berkalliber besar dpt membunuh sasaran yg lebih jauh dan stabil. Dalam arti lain senjata berkalliber besar tidak mudah terbawa oleh angin. Jika sniper menggunakan menggunakan senjata berkaliber kecil sama saja membunh dirinya sendiri. 



by : RT alakhni81

Jumat, 02 Maret 2012

MENGENAL KEBIASAN MAKAN IKAN

Mengenal Kebiasaan Makan Ikan
Mengenal Kebiasaan Makan Ikan
Salah satu fakor penentu keberhasilan memancing adalah mengenal kebiasaan makan ikan (food habits) dan cara makan ikan (feeding habits). Dalam praktek sehari-hari kedua faktor tersebut sering diabaikan sehingga pemancing sering mengeluh bahwa ikan yang menjadi targetnya tidak mau menyentuh umpan sama sekali. Hal itu belum tentu disebabkan oleh jenis umpan yang kurang pas, tetapi kemungkinan kegiatan memancingnya dilakukan pada waktu yang kurang tepat, yakni ketika ikan sedang enggan makan. Karena itu, sulit dibayangkan, seorang pemancing bisa sukses memperoleh ikan tanpa memahami food habits dan feeding habits dari ikan target.
secara umum kebiasaan makan dan cara makan ikan terdiri atas aspek tempat makan atau lokasi makan, waktu makan ikan, cara makan ikan, dan jenis makanan kegemaran ikan. Kedua kebiasaan itu tidak sama antara jenis ikan yang satu dan jenis ikan yang lainnya.
Banyak pemancing, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, mengabaikan kebiasaan makan ikan dan cara makan ikan. Sepintas, hal tersebut tampak sepele. Padahal, dengan mengenal aspek-aspek tersebut bisa ditentukan secara tepat saat yang paling baik untuk memancing ikan jenis tertentu, menentukan lokasi memancing yang tepat, dan menentukan jenis makanan yang paling disukaioleh ikan sehingga umpan yang sesuai bisa disiapkan terlebih dahulu.
Secara umum, kebiasaan makan ikan bisa dibagi menjadi beberapa hal seperti berikut ini.

a. Kebiasaan Makan Ikan Berdasarkan Tempat
  • Ikan dasar perairan (demersal), yakni ikan jenis ini banyak menghabiskan aktivitasnya di dasar perairan. Contohnya: lele dumbo dan patin.
  • Ikan lapisan tengah perairan, yakni ikan yang mencari makanan yang mengapung di tengah perairan. Ikan jenis ini hanya sewaktu-waktu muncul ke permukaan air atau berenang di dasar perairan. Ikan mas dan bawal termasuk kedalam jenis ini.
  • Ikan permukaan perairan, yakni ikan yang mencari makanan di permukaan air. Umumnya, ikan jenis ini menghabiskan waktunya lebih lama berada di lapisan atas perairan. Ikan dengan kebiasaan seperti ini disebut dengan pelagis atau ikan permukaan. Gurami, nila dan mujair termasuk dalam kategori ini.
  • Ikan menempel, yakni ikan pemakan bahan organik yangmenempel pada subtrat (benda yang terdapat di dalam air), baik yang berada di dalam kolam air (lapisan tengah) maupun yang berada di dasar perairan. Ikan nilem dan sapu-sapu termasuk dalam kategori ini.
b. Kebiasaan Makan Ikan Berdasarkan Waktu
  • Jenis ikan yang aktif mencari makan pada siang hari. Aktivitas makan ikan ini banyak dilakukan pada siang hari. Pada malam hari, mereka lebih banyak beristirahat. Contohnya: ikan mas, nila, bawal, dan gurami.
  • Jenis ikan yang aktif mencari makan pada malam hari (nocturnal). Ikan yang masuk dalam kategori ini jarang mencari makanan pada siang hari. Jenis ikan yang aktif mencari makanan pada malam adalah lele dumbo, lele lokal, dan patin (jambal).
(Buku: Petunjuk Praktis Memancing Ikan Air Tawar)


by: RT alakhni81 

ISTILAH-ISTILAH DALAM MEMANCING



Istilah-istilah dalam dunia mancing
  1. Angler = Pemancing.
  2. Strike = Umpan disambar ikan.
  3. Ngetrik = Pelampung bergoyang seperti mesin jahit ketika umpan di makan ikan.
  4. Backlash = Kusutnya line pada reel akibat salah casting (melempar) bait.
  5. Chumming; chunking = Memberikan perangsang pada ikan dengan cara melempar-lempar umpan supaya ikan tertarik untuk mendekat. Chumming sebaiknya jangan dilakukan terlalu banyak pada satu waktu, dan juga jangan terlalu cepat. Patokan yang biasa sering digunakan andalah, kalau umpan yang baru anda lempar masih kelihatan dipermukaan, jangan ditambah, biarkan hilang perlahan-lahan. Setelah hilang diamkan sebentar baru kemudian lempar lagi dalam jumlah yang sama. Ingat jangan telalu banyak, kita hanya menarik perhatian ikan, bukan memberi makan.
  6. Drifting = Drifting (berhanyut) pada dasarnya adalah “slow trolling”. Drifting membuat kita dapat memancing diarea yang lebih luas dari pada dengan kapal berjangkar. Kapal akan berhanyut disebabkan oleh arus & angin. Kalau arus & angin searah, kapal akan drift cukup cepat, sedangkan kalau berlawanan arah kapal mungkin tidak akan bergerak. Karena itu biasanya sambil berhanyut mesin tetap hidup & si kapten mengatur kecepatan & arah bergerak kapal. Kenapa perlu berhanyut? Ada beberapa alasan: – Lokasi yang ingin di cover luas dan waktu mancing terbatas – Laut terlalu dalam & tidak praktis menggunakan jangkar – Target ikan di tengah air, sedikit di atas dasar laut, atau ikan dasar yang bisa diundang ke “atas”, dan dasar laut adalah wreck (kapal tenggelam), bukit/ lembah bawah laut, bongkahan karang, drop-off, tandes luas, etc.
  7. Mancing Dasaran (Bottom Fishing) = Mengapa disebut “Mancing Dasaran”, karena apa yang dilakukan adalah menempatkan kail yang berisi umpan di dasar laut (atau sedikit diatasnya agar tidak tersangkut karang) dengan harapan bahwa ikan-ikan yang berada di dasar laut memakan umpan tersebut. Ini adalah teknik mancing paling umum dan paling popular dikalangan pemancing.
  8. Ngoncer = Ngoncer adalah mancing dengan menggunakan ikan hidup sebagai umpan (Live Bait). Teknik ini sedikit unik dan tanpa menggunakan timah/ pemberat. Kenur utama dipasang kili-kili peniti (snap swivel), kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat nikelin sepanjang 10 cm. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby barracuda (alu-alu). Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat (tohor), sambil menunggu ikan pamangsa.
  9. Trolling (Tonda) = Teknik memancing yang disebut ”trolling” ini harus menggunakan reel khusus (Open Reel) yang cukup kuat dan joran khusus yang umumnya hanya terdiri dari 1 batang dan harus ditarik kapal dengan kecepatan 5-7 knot. Trolling biasanya menggunakan umpan buatan yang dibuat dari fiber glass, kayu atau plastik. Umpan palsu yang paling populer adalah yang disebut Rapala untuk memancing ikan ikan seperti Tenggiri dan Wahoo. Ada jenis umpan palsu lain yang disebut Konahead yang berbentuk seperti cumi tapi berwarna menyolok untuk mancing ikan ikan sejenis Marlin, Layaran dan Lemadang.
  10. Casting = Biasanya dilakukan dari pinggiran laut, seperti dermaga, batuan, pantai, bahkan di atas kapal yang sedang berhenti/ jalan dengan pelan. Joran yang digunakan adalah joran khusus yang bersifat lentur (tidak kaku) dan panjangnya antara 150 sampai 172 cm cm karena berbeda dengan Popping, lontaran umpan biasanya tidak perlu terlalu jauh (antara 20 sampai 30 m). Reel yang digunakan bisa spinning bisa juga reel khusus (baitcasting). Umpan yang digunakan biasanya umpan tiruan (lure) yang berbentuk ikan ikanan, serangga atau binatang laut lain dengan berat sekitar 7 sampai 20 gram. Caranya adalah umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Hal ini harus dilakukan terus menerus sampai ikan menyambar atau sampai pemancing merasa lelah dan menyerah. Oleh karena itu cara mancing seperti ini termasuk Popping dan Jigging dikategorikan sebagai Sportfishing.
  11. Surf Casting = Teknik mancing ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran yang panjangnya kira-kira 4m dan biasanya terdiri dari 3 pieces (potong) yang harus disambung jadi satu. Jorannya hampir seperti joran spinning atau popping biasa hanya jauh lebih panjang. Pemancing juga harus menggunakan reel yang berukuran cukup besar (biasanya model spinning kelas 4000 keatas). Oleh teman-teman di daerah Yogya teknik mancing ini disebut PASIRAN.
  12. Rock Casting = Teknik mancing ini hampir sama dengan teknik Surf Casting dan menggunakan peralatan yang hampir sama tetapi dilakukan dari atas batu karang (rock) atau pinggir laut yang curam.
  13. Popping = Teknik Popping pada dasarnya termasuk dalam kelompok Casting. Tetapi teknik Popping menggunakan joran (rod) yang cukup panjang, antara 180 sampai 210 cm dan terdiri dari 2 pieces yang disambung. Teknik popping khusus menggunakan ”lure” (umpan buatan) yang disebut Popper yang biasanya berukuran besar dengan berat antara 80 sampai 100 gram. Umpan buatan yang dipakai terdiri dari 2 jenis. Yang pertama disebut ”Chugger” yang kepalanya rata dan memiliki cekukan seperti mangkok. Chugger ini bila disentak sewaktu mengapung akan menimbulkan bunyi ”pop, pop, pop” karena kepalanya menabrak air laut. Itulah sebabnya ia disebut ”popper”. Jenis yang satu lagi disebut ”Pencil” karena kepalanya ”tajam” dan pensil ini tidak disentak sentak tetapi hanya ditarik terus.
  14. Jigging = Menurut para ahli, Jigging sebagai salah satu teknik mancing bukanlah sesuatu teknik yang baru muncul. Nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba ”menipu” ikan dengan menggunakan umpan palsu yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil (metal jig lure) yang dicemplungkan ke dasar laut lalu kemudian ditarik dengan cepat keatas.
  15. Mancing Garong = Cara mancing ini secara popular diplesetkan dengan sebutan “ngegarong” karena menggunakan sejenis mincing yang bermata 6 (enam) berbentuk seperti matahari yang disebut pancing “Garong”! Uniknya, seringkali (atau lebih sering) ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing nyangkut di mulutnya tetapi nyangkut di insang, di pipi, pundak, perut, buntut, dsb. Mancing garong ini biasanya menggunakan joran tegek yaitu joran tanpa kolong-kolong (cincin/guide) yang panjangnya antara 4 m sampai 6 meter. Mancing cara “garong” ini harus menggunakan pelampung kecil yang dibuat dari kayu ringan dan biasanya berbentuk seperti “piring terbang”. Jarak antara pelampung dengan pancing garongnya hanya berkisar sekitar 50 cm sampai 100 cm sedangkan seluruh panjang kenur dari ujung joran sampai mata pancing hanya 2 sampai 3 m.
  16. Fly Fishing = Ini adalah salah satu teknik unik mancing. Dikembangkan oleh seorang bangsawan dari Inggris. Namun ada yang menyebutkan bahwa fly fishing itu sudah ada sejak abad ke 2 masehi. Pada jaman Romawi kuno Claudius Aelinus, yang menyatakan memancing dengan menggunakan artificial fly. Secara umum fly fishing adalah seni memancing dengan menggunakan artificial bait berbentuk fly (serangga). Artificial flies ini bisa terbuat dari tying hair, fur, feathers, atau material lainnya baik yang natural ataupun synthetic. Perangkat memancingnyapun menggunakan joran khusus fly dan fly line khusus terbuat dari line yang di coated plastik. Fly fishing dapat dimainkan di freshwater maupun saltwater.
  17. Galatama = Istilah Galatama di ambil dari Sepakbola, yang intinya adalah Lomba yang memperebutkan Juara Peringkat. Jadi Mancing Galatama adalah mancing dengan target menjadi Juara dalam pertandingan mancing. Biasanya memperebutkan : Juara induk terberat 1, Juara induk terberat 2, Juara induk terberat 3, dan Juara Prestasi (Total tangkapan terbanyak). Ikan perolehan mancing biasanya tidak dibawa pulang.
  18. Mancing Harian = Mancing satu harian penuh dengan mebayar uang sewa kolam/tiket.
  19. Lomba Mancing Harian = Mancing ini biasa disebut mancing Lomba dan juga memperebutkan Juara Peringkat namun di adakan 1 hari penuh dari pagi hingga sore hari biasanya antara pukul 09.00 s/d 16.00. Biasanya memperebutkan : Juara induk terberat 1, Juara induk terberat 2, Juara induk terberat 3, dan Juara Prestasi (Total tangkapan terbanyak). Ikan perolehan mancing biasanya dibawa pulang.
  20. Mancing Kiloan = Mancing dengan sistem memancing terlebih dahulu lalu menimbang perolehan ikan yang terpancing dan membayar sebesar apa yang diperoleh berdasarkan satuan kilogram. Hasil pancingna dibawa pulang.
  21. Kilo Gebrus = Mancing ini khas Jawa Barat mulai dari Depok, Bogor, Cianjur, Sukabumi sampai Subang, Garut, dan Tasik. Sistemnya adalah pemancing menurunkan beberapa kilo ikan kedalam kolam baru dilakukan memancing. Ikan dibawa pulang.
  22. Gaplean = Mirip seperti Kilo Gebrus hanya disini ada urusan taruhannya. Biasanya berupa uang untuk hasil pancingan tertentu.
  23. Mancing Borongan = Memancing dengan sistem memborong satu kolam. Biasanya dilakukan tawar menawar terlebih dahulu antara pemancing dan pemilik kolam. Ikan bisa di pancing sepuasnya satu harian. Atau bahkan bila perlu di kuras airnya (dibedah).
  24. Hand line =  Memancing tanpa menggunakan joran dan reel alias langsung pake tangan. Namun tetap pake line dan mata pancing.
  25. Ngotrek =  Adalah mencari ikan untuk umpan mancing itu sendiri. Biasanya rangkaian ngotrek itu terdiri dari beberapa matakail kecil yang berderet (renceng). Target ikan: selar, tembang, layang, como, kembung, sangir.
  26. Jeblug = Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan di tengah danau, embung, setu, kali dll.
  27. Neger = Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan di pinggir danau, embung, setu, kali dll.
  28. Mancing Lobang = Teknik khusus untuk mancing Nila/Mujair babon. Dengan mencari sarang dari ikan Nila/Mujair babon yg berbetuk cekungan wajan. Caranya menggunakan rangkaian sistem glosor namun memakai pelampung sangat kecil. Umpannya pun cukup pakai steroform (gabus putih). Fungsinya sebagai pengganggu sarang karena ikan Nila/Mujair sering membersihkan sarang.
  29. Ngoyor = Mancing dengan setengah badan berendam air.
  30. Nyengked = Mancing dengan cara menggaet ikan bisa di badan, di ekor, di sirip atau pun di insang, yang jelas mancingnya tidak hook-up.
  31. Ngurek = Cara mancing belut dengan menggunakan handline. Mancing langsung ke dalam lubang yang diperkirakan ada belutnya. Cilakanya sering malah dapat ular.
  32. Mancing Rawe/Rawai = Cara memancing dengan rangkaian mata pancing yang sangat banyak, biasanya puluhan sampai ratusan mata mancing. Biasanya ini dilakulkan oleh nelayan.
  33. Mancing Layang-layang = Mancing tonda/trolling dengan menggunakan alat bantu layang-layang.
  34. Mancing Huhate = Mancing dengan joran bambu/kayu yg di lakukan dengan bantuan siraman umpan hidup dan siraman air. Matakail tidak diberi umpan tapi diberi kertas timah (rokok) cara memancingnya hanya menggaet ikan yang sedang dichumming. Biasanya pemancing duduk berkelompok deret di buritan kapal. Mancing ini biasanya dilakukan untuk mancing ikan cakalang, tuna kecil, tongkol.
  35. Big Game Fishing Tournament = Turnamen ikan-ikan besar, dilakukan di laut dalam dan biasanya ikan utama yang menjadi sasaran adalah jenis marlin atau layaran.
  36. Billfish = Jenis ikan berparuh, termasuk marlin hitam, marlin biru, marlin loreng, ikan tondak, dan ikan layaran.
  37. Tackle = Peralatan mancing.
  38. Rod = Joran atau gagang pancing. Bahannya mulai dari yang tradisional seperti dari bambu sampai yang grafit.
  39. Tegeg/Negeg = Joran panjang dan ramping tanpa menggunakan reel. Tegeg ada yang 1 piece atau yang berbentuk antena.
  40. Reel = Ril, alat penggulung, bisa berbentuk spinning, spincast, baitcasting atau trolling.
  41. Drag = Rem pada ril penggulung.
  42. Baitcaster = Perangkat memancing (reel) khusus untuk casting.
  43. Kenur = Benang pancing, bisa berupa monofilamen (senar berserat tunggal) atau Braided (berserat banyak).
  44. Leader = Kenur berkekuatan besar yang disambungkan ke kenur utama, gunanya agar lebih tahan terhadap gigi dan perlawanan ikan. Bahan yang dipakai bisa berbentuk kawat atau monofilamen.
  45. Hook = Mata kail.
  46. Hook Up = Kail menancap di mulut ikan.
  47. Rigging = Rangkaian kail pada umpan.
  48. Jighead = Mata kail yang dilengkapi bandul timah di ujung kepalanya. Matakail ini khusus untuk lure soft plastik dan worm.
  49. Konahead= Umpan tiruan menyerupai cumi-cumi, biasanya dipakai untuk memancing dengan cara menonda (trolling) untuk jenis ikan marlin atau layaran.
  50. Rapala= Sejenis merek umpan tiruan menyerupai ikan. Biasanya digunakan untuk umpan ikan tuna, tenggiri, atau kuwe. Memancing bisa dengan cara trolling, bisa juga dengan cara casting.
  51. Fishing Boat = Kapal mancing.
  52. Outrigger = Tiang penghela yang dipasang di sisi kapal, gunanya untuk merentangkan kenur agar tidak berimpitan.
  53. Wireman = Orang yang memegang tali pandu, bertugas menarik ikan yang sudah naik ke permukaan dan mendekatkan ke pinggir kapal.
  54. Spot = Titik dimana target ikan terlihat atau terdapat.
  55. Fish finder/ Depth sounder = Alat berbentuk monitor untuk mencari lokasi ikan. Depth sounder ini terdiri dari tranducer yang berfungsi sebagai sensor dan monitor yang berguna untuk menampilkan hasil gambar dasar laut.
  56. GPS = Ground Positioning System, peralatan elektronik untuk mencari atau menandai koordinat suatu tempat tertentu. Biasa dipakai pemancing untuk mencari tandes ikan atau lokasi yakannya.
  57. Hotspot = Tandes atau lokasi yang biasanya merupakan tempat berkumpulnya ikan, biasanya berbentuk karang menonjol di dasar laut.
  58. Tag = Label yang ditancapkan pada ikan berisi informasi nomor tag dan alamat lembaga resmi yang mengeluarkannya. Setiap nomor tag nantinya akan disertai informasi mengenai keterangan tentang spesies ikan, perkiraan panjang dan berat ikan, tanggal dan tempat ikan terpancing, nama dan alamat pemancing, serta nama kapal dan kaptennya. Informasi ini dikirim ke lembaga yang mengeluarkan tag tersebut. Program tag ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1963. Organisasi yang khusus mengelola informasi labeling ikan berparuh adalah The Billfish Foundation.
  59. Tag & Release = Label lalu Lepas, ikan yang tertangkap hanya diberi label, lalu dilepaskan kembali. Istilah ini biasanya digunakan pada jenis-jenis ikan berparuh (billfish), walaupun tidak tertutup kemungkinan penggunaannya pada jenis ikan lain. Hal ini dilakukan untuk melindungi jenis-jenis ikan tertentu dari kemusnahan.
(Berbagai Sumber)

 oh ya Insyallah di ketanen bulan puasa akan di buka pemancingan untuk umum. seru sambil nunggu waktu berbuka. mancing yuk di desa ketanen, di jamin murah 


by: RT alakhni81: Huda