PENGELOLAH BLOG

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label remaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2012

Revitalisasi Peran Pemuda dalam Akselerasi Perubahan

Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Saya kira kita semua tak asing dengan pernyataan ini. Selain itu adanya sebuah pernyataan bahwa masa depan terletak di genggaman para pemuda. Artinya, baik buruknya suatu umat di masa datang di tentukan oleh baik buruknya pemuda di masa kini. Hal tersebutlah yang menjadi barometer dan standarisasi dalam pembinaan dan mendidik generasi muda untuk melanjutkan estafet perjuangan.
Pemuda merupakan pilar kebangkitan umat. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya. Dengan demikian, sungguh banyak kewajiban seorang pemuda, tanggung jawab, dan semakin berlipat hak-hak umat yang harus ditunaikan. Pemuda dituntut untuk berfikir panjang, banyak bergerak dan bekerja serta bijak dalam menentukan sikap, dan yang paling utama adalah maju untuk menjadi penyelamat dan hendaknya mampu menunaikan hak-hak umat dengan baik. Dengan kata lain, pemuda sesungguhnya dituntut untuk mendidik dirinya menjadi pemuda yang memiliki jiwa-jiwa pemimpin.

 Dalam konteks gerakan, ada dua hal yang menonjol pada diri seorang pemuda. Pertama, kedudukannya sebagai basis operasional dan kedua, perannya dalam proses kaderisasi.
Semangat serta kekuatan membuat seorang pemuda sangat efektif untuk peran operasional yang memang membutuhkan energi besar. Sedangkan kepolosannya memudahkan para penggerak untuk menanamkan nilai-nilai yang akan memotivasi aktivitas gerakan. Terlebih dalam menyalurkan potensinya kepada kebaikan yang sejati.
Kebaikan yang akan membuat mereka jaya di dunia dan juga di akhirat. Berjuang hanya untuk kejayaan Islam, bekerja keras hanya untuk menegakkan kebenaran yang sejati. Inilah jalan hidup seorang pemuda islam yang berharga.
Muara akhir dari seorang pemuda adalah menjadi pemimpin. Pemimpin dalam satu negara, ibarat kepala bagi tubuh. Inilah yang menentukan seluruh tujuan dan disini pulalah tempat berkumpulnya segala macam informasi. Pemimpin bertugas memikirkan, dan mengkaji setiap masalah yang dihadapi oleh apa yang telah ia pimpin. Pemimpin juga merupakan lambang kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin shaff.
“Pemimpin yang baik adalah yang mampu membantu memecahkan kesulitan mereka yang dipimpin serta mempersiapkan calon atau kader pemimpin yang nanti akan menggantikannya.”
Disinilah pemimpin diharapkan mampu melakuakan perubahan baik bagi dirinya maupun orang lain dan yang dipimpinnya menuju kearah kebaikan.
Berbagai kenyataan menunjukkan bahwa sebagian besar peristiwa yang telah lalu banyak dipengaruhi oleh mereka yang tergolong pemuda. Hampir seluruh gerakan di dunia, sejak zaman purba hingga zaman satelit ini, pemuda memiliki peran yang cukup signifikan. Bahkan ketika Islam mencetuskan gerakan dakwahnya belasan abad yang silam. Kepemimpinan itu telah ada dari zaman Rasulullah Saw hingga kini.
Sebagai salah satu acuan pada zaman tabi’ut tabi’in. Umar bin Abdul Aziz adalah salah satu contoh sosok pemuda yang berhasil dalam memimpin di masanya.
Sosok Umar bin Abdul Aziz menghadirkan pribadi yang sungguh luarbiasa. Hal itu dapat terlihat dari kesucian jiwanya dan keagungan jejak hidupnya. Walaupun Umar bin Abdul Aziz tidak hidup pada masa diturunkannya wahyu namun ia mencoba mamindahkan masa wahyu itu kepada masanya, yaitu masa-masa yang penuh dengan kegelapan, penindasan dan diwarnai oleh fanatisme yang membabi buta.
Pada masa itu, Umar bin Abdul Aziz mampu merubah tradisi Daulat Bani Umayyah yang rendah yang telah berlalu selama 60 tahun, menjadi masa pemerintahan yang indah, baik, adil, dan sejahtera yang mirip dengan masa Rasulullah Saw.
Dalam hal tersebut yang ia habiskan hanya memakan waktu dua tahun lima bulan dan beberapa hari saja. Keistimewaan dirinya inilah membuat Umar bin Abdul Aziz dan sejarah perjuangannya lebih mirip legenda daripada fakta.
Umar bin Abdul Aziz menerima kekuasaan sebagai khalifah dikala ia masih muda. Saat itu usianya belum mencapai 35 tahun. Suasana yang ditemui Umar bin Abdul Aziz diawal kekhalifahannya telah memaksanya untuk menumpahkan perhatian yang lebih besar terhadap hak-hak manusia.
Figur pemimpin seperti inilah yang layak direvitalisasi kembali dengan baik dan benar khususnya bagi kaum muda, karena merekalah yang akan menjadi teladan konkrit bagi masyarakat kontemporer dalam mewujudkan masyarakat berperadaban atau yang kita kenal dengan istilah madani-islami.
Setiap manusia, setiap kita, dan setiap umat memiliki kecenderungan untuk meraih sebuah kemenangan. Dan kemenangan itulah merupakan suatu agenda besar yang dimiliki oleh umat.
Upaya dalam meraih kemenangan itu hendaknya dilakukan dengan terus menerus dan tidak boleh berhenti meski telah memperolehnya. Dalam meraih sebuah kemenangan tersebut hendaknya setiap orang melakukan perubahan. Perubahan yang dikehendaki, bukan sekedar merubah nama atau bentuk lahir suatu masyarakat, namun merubah suatu realita baru termasuk di dalamnya prinsip-prinsip ber-aqidah, pemikiran, moral, hukum, budaya, yang mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia. Perubahan yang kita cita-citakan dan idamkan bersama haruslah diraih secara bersama-sama dan dengan semangat yang sama pula. kita menyebutnya dengan akselerasi masyarakat substantif.
Perubahan yang diinginkan bersama adalah perubahan yang komprehensif dan substantif, meliputi seluruh bidang kehidupan dan sisi normatif bagi seluruh umat. Bukan sekedar perubahan yang sifatnya parsial dan hanya menjadi solusi sesaat, yang pada akhirnya akan kembali melahirkan masalah-masalah baru. Untuk itulah sangat dibutuhkannya peran pemuda yang bersungguh-sungguh dalam melakukan perubahan.
Ada kontribusi lain yang bisa diberikan kepada Islam dan umat ini, yaitu tenaga dan amal nyata yang dilakukan oleh para pemuda. Seorang mukmin dalam perspektif Al Qur’an digambarkan sebagai manusia yang dinamis, progresif dan produktif. Dia senantiasa memiliki daya juang dan daya dobrak dalam menebarkan nilai-nilai kebenaran yang telah diyakininya. Begitu juga memiliki prinsip istiqomah dalam amanah yang telah dipikulnya. Bekerja adalah budayanya, berkorban adalah nalurinya dan fitrahnya adalah keberanian.
Selalu tegar dan tidak pernah gentar dalam menebarkan nilai kebenaran dan kebaikan.
Beramal dan bergerak juga merupakan indikator kebaikan hidup bagi seorang pemuda islam. Karena semua yang bergerak dan beramal akan mendatangkan kemashlahatan dan kebaikan.
Oleh karenanya, seorang pemuda tidak boleh berpangku tangan tanpa ada partisipasi dalam mewujudkan agenda perubahan umat. Tuntutan bagi para pemuda untuk bergerak dikarenakan bahwa pemuda adalah sosok yang memiliki jiwa intelektualitas. Sebagai entitas masyarakat, pemuda juga berusaha kritis terhadap kondisi masyarakatnya dan berusaha mengungkapkan realitas dan fakta-fakta yang terjadi di masyarakat, dan menyampaikan langsung kepada para penguasa dan mampu mengambil kebijakan. Pada akhirnya pemuda menjadi tumpuan bagi rakyat untuk terus menyuarakan perubahan.
Begitupun dengan sebuah perubahan sangat dipengaruhi oleh pemimpin. Terlebih lagi dalam struktur dan budaya sosial yang paternalistik. Untuk dapat mewujudkan visi suatu masyarakat dalam bernegara , bangsa ini harus memiliki pemimpin yang amanah, mau bekerja keras, dan mampu mengarahkan serta menggerakkan massanya untuk bersama berjuang mencapai cita-cita perjuangannya. Hal inilah yang menjadi harapan bagi seluruh masyarakat dan para pemuda.
Dalam perspektif negara Indonesia, para foundhing fathers telah menetapkan, bahwa perubahan yang harus terjadi adalah terwujudnya kemerdekaan, kebersamaan, ketuhanan yang Maha Esa, krmanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kedaulatan rakyat, dan yang terakhir adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana termaktub dalam konstitusi negara kita. Sebuah cita-cita besar dari sebuah perubahan.
Berbagai rezim telah dilalui, namun perubahan yang diinginkan oleh seluruh masyarakat khususnya rakyat Indonesia belum dapat diwujudkan. Keinginan mendapatkan perubahan tetap terus bersemayam di dalam dada setiap pejuang perubahan hingga kini. Mereka masih terus menuntut, bergerak, berjuang dan melawan hingga tercapainya perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Saya kira hal tersebutlah yang menjadi salah satu tantangan bagi para pemuda yang sedianya adalah para pemimpin di masa depan dalam mewujudkan perubahan yang diinginkan bersama.

KONTRIBUSI PEMUDA DALAM KEPEMIMPINAN BANGSA MASA DEPAN

   Peran pemuda dalam setiap episode sejarah kehidupan suatu bangsa telah terbukti nyata. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas peran pemuda dalam proses perubahan suatu bangsa. Bukan hanya sejarah bangsa modern namun bangsa-bangsa atau kaum terdahulu pun tidak terlepas dari kontribusi pemuda di dalamnya.
            Kitab suci Al Qur’an telah mengabadikan kisah pemuda Ibrahim yang berani memberontak dan bertindak revolusioner untuk memperbaiki tatanan sistem masyarakat yang sudah rusak. Kisah Ash-habul Kahfi (para pemuda penghuni gua) adalah bukti nyata bahwa pemuda selalu punya peran dalam merubah kondisi suatu bangsa yang tertindas oleh kesewenang-wenangan penguasa. Selain itu, para nabi dan rasul adalah contoh teladan peran pemuda dalam merubah suatu bangsa. Nabi Muhammad SAW berhasil merubah kondisi  bukan hanya suatu bangsa tapi hampir separuh dunia. 
            Pemuda memang identik dengan perubahan. Karakteristik pemuda digambarkan dalam Al Qur’an sebagai seseorang yang berani, pantang mundur dan memiliki standar moral yang tinggi. Selain itu, pemuda memiliki semangat tinggi, berfikir kritis dan terbebas dari beban sejarah pada masanya.
            Oleh karena itu, pemuda adalah pelopor perubahan dimanapun berada. Peran pemuda adalah penentu sejarah perjalanan suatu bangsa. Sejarah Indonesia telah membuktikan peran pemuda tersebut. Namun kita tidak bisa selalu melihat ke belakang karena jalan yang akan dilalui ada di depan mata. Pertanyaannya sekarang adalah apa dan bagaimana kontribusi pemuda untuk masa depan Indonesia.
Peran pemuda dalam sejarah Indonesia
            Periodisasi sejarah Indonesia modern memiliki keunikan tersendiri. Pembagian periode sejarah berdasarkan waktu itu diwarnai oleh gerakan pemuda di dalamnya. Sejarah Indonesia modern sering disebut berdasarkan periode kebangkitan nasional 1908, sumpah pemuda 1928, proklamasi kemerdekaan 1945, bangkitnya orde baru 1966 dan dimulainya orde reformasi 1998. 
            Peran pemuda dalam sejarah Indonesia sering disebut diawali oleh peristiwa kebangkitan nasional tahun 1908. Walaupun demikian sebenarnya peran pemuda telah diawali jauh sebelum itu. Hanya bentuk perannya yang berbeda. Sebelum 1908, para pemuda lebih banyak berperan dalam perjuangan secara fisik melawan penjajah namun lebih bersifat sektoral dan tidak terorganisir dalam satu wadah kesatuan.
            Berdasarkan sejarah, tonggak awal kebangkitan nasional disebutkan diawali dengan berdirinya organisasi Budi Oetomo tahun 1908. Organisasi yang dimotori oleh para mahasiswa Stovia sekolah kedokteran yang didirikan Belanda untuk anak priyayi Indonesia. Namun, hal ini masih menjadi perdebatan karena organisasi Budi Oetomo tidak bersifat nasional. Organisasi ini hanya ada di Jawa dan memang khusus diperuntukkan untuk orang Jawa.
            Kontroversi sejarah tersebut tidak bisa menafikan bahwa sejak saat itu perjuangan pemuda telah memasuki babak baru. Perjuangan melalui sarana organisasi telah dimulai. Walaupun dimulai oleh organisasi yang bersifat kedaerahan, kesadaran untuk menyatu dalam suatu bangsa sudah ada. Dipelopori oleh para mahasiswa yang disekolahkan oleh Belanda dengan kebijakan politic etis.
            Faham nasionalisme mulai menyebar dan terwujud dalam peristiwa sumpah pemuda tahun 1928. Peristiwa ini menandai adanya semangat untuk bersatu dan berjuang bersama dari para pemuda yang berasal dari seluruh Indonesia. Semangat persatuan dan perjuangan ini terus digelorakan oleh para pemuda hingga mencapai puncaknya ketika proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno-Hatta.
            Peristiwa ini juga diawali dengan kenekatan para pemuda yang menculik Soekarno dan Hatta ke Rengas-Dengklok. Tindakan ini diambil oleh para pemuda agar mereka mau secepatnya mendeklarasikan kemerdekaan. Hal ini bertujuan agar kekalahan Jepang tidak dimanfaatkan oleh Belanda untuk masuk kembali ke Indonesia.
            Penculikan ini membawa hasil dengan dibacakannya proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Momen bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam kehidupan bangsa Indonesia selanjutnya. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa tapi tanpa perjuangan para pemuda bisa jadi kemerdekaan itu hanyalah angan-angan semata.
            Perjalanan sejarah bangsa ini mengalami hambatan untuk mencapai tujuan. Setelah proklamasi kemerdekaan, banyak kebijakan Soekarno yang tidak sejalan dengan idealisme ketika masih berjuang. Perpecahan dwitunggal Soekarno-Hatta akhirnya terjadi dan menandai kekacauan pemerintahan orde lama selanjutnya. Kekacauan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mengambil alih kekuasaan.
            Pemberontakan PKI akhirnya berhasil digagalkan oleh angkatan bersenjata. Namun tanpa peran pemuda dan organisasi masyarakat lainnya, tidak mungkin bagi Soeharto merebut kekuasaan dari Soekarno. Pemuda yang dipelopori oleh mahasiswa saat itu terus memaksa agar pemerintahan orde lama turun dari kursi kekuasaan. Peristiwa tahun 1966 ini menjadi titik awal pemerintahan orde baru dibawah kendali Soeharto untuk berkuasa.
            Peran pemuda dalam mengawali berdirinya orde baru diibaratkan sebagai pendorong mobil mogok. Ketika mobil itu sudah berjalan kembali maka para pendorong mobil itu ditinggalkan. Kebijakan Soeharto justru melakukan represi ketat terhadap gerakan mahasiswa. Aktifitas mereka dibatasi pada awal 1970-an hanya sebatas ruang kuliah dengan NKK/BKK. Sementara itu, peran tentara semakin menggurita dalam kehidupan bangsa melalui dwifungsi ABRI.
            Pemerintahan orde baru dibangun dengan fondasi ekonomi yang rapuh. Secara politik dan kasat mata memang terlihat adanya kemajuan dalam kehidupan masyarakat. Perbaikan kesejahteraan mulai tampak ke permukaan. Kemakmuran sudah dalam pelupuk mata tapi sayang yang lebih dahulu merasakannya hanya kalangan tertentu dalam lingkaran kekuasaan Soeharto.
Power tends to corrupt and absolute power, corrupt absolutely. Itulah ungkapan yang tepat untuk sepak terjang Soeharto ketika berkuasa. Kekuasaan absolut yang digenggamnya membuat ia lupa diri. Asas kekeluargaan dalam ekonomi diartikan sebagai mendahulukan kalangan keluarga sendiri untuk menikmati nikmatnya kue kesejahteraan.
Pemerintahan yang rapuh dan kropos suatu saat akan jatuh juga. Krisis moneter mengawali kejatuhan pemerintahan orde baru. Selain itu, gelombang aksi mahasiswa yang terus menggelora menjadi bagai deburan ombak yang tak pernah berhenti. Akhirnya orde baru pun menyerah dan perpindahan kekuasaan pun terjadi. Mereka memang menyerah tapi tidak kalah.
Orde reformasi yang diawali pada tahun 1998 seperti mengulang sejarah tahun 1966. Para pemuda yang berjuang untuk menggulingkan kekuasaan Soeharto kembali ditinggalkan ketika pemerintahan orde reformasi mulai berjalan. Para pendukung orde baru kembali masuk dalam lingkaran kekuasaan. Mereka memang tidak kalah karena kelihaian dan kematangan politiknya mereka tetap berada dalam singgasana. Bahkan hingga saat ini sebagian diantara mereka masih berada di sana.

Peran pemuda dalam menentukan masa depan bangsa
            Saat ini sebagian pemuda Indonesia terjebak dalam romantisme historis kegemilangan peran pemuda dalam sejarah bangsa. Peristiwa atau momen bersejarah yang melibatkan pemuda di dalamnya diperingati dan dijadikan bahan pembicaraan tanpa tahu harus melakukan apa. Sementara itu, sebagian pemuda lainnya terjebak dalam kenikmatan surga dunia. Kemewahan, kesenangan, pesta dan hura-hura menjadi keseharian mereka. Tanpa pernah peduli dengan kondisi bangsa.
            Pada saat ini ketika alam demokrasi dan ruang kebebasan telah terbuka maka peran pemuda akan berbeda dari sebelumnya. Peran untuk mengkritisi penguasa dan memperhatikan rakyat jelata tetap harus dijalankan. Di sisi lain, peran untuk masuk dalam kekuasaan dan menjadi penentu kebijakan jangan ditinggalkan. Sudah saatnya pemuda berperan dalam proses pengambilan kebijakan yang akan menentukan hitam putihnya sejarah bangsa ini.
            Pemuda harus menjadi aktor dalam proses pengambilan kebijakan. Menurut Birkland (2001) aktor dalam proses pengambilan kebijakan terbagi dua kategori yaitu official dan unofficial actors. Official actors adalah mereka yang terlibat dalam proses pengambilan kebijakan publik melalui status atau kewajiban konstitusionalnya. Mereka memiliki kekuasaan untuk membuat dan menjalankan kebijakan. Pihak yang termasuk dalam official actors adalah lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif.
            Oleh karena itu, pemuda saat ini harus masuk ke dalam lingkaran kekuasaan dengan cara menjadi bagian dari ketiga lembaga tersebut. Sebagian aktifis pemuda telah masuk dalam legislatif dengan cara membentuk partai politik sendiri atau masuk melalui partai politik yang sudah ada sebelumnya. Contoh partai politik yang didirikan oleh aktifis pemuda 1998 adalah Partai Keadilan Sejahtera. Mereka meneruskan estafet perjuangan dengan cara masuk ke dalam kekuasaan melalui lembaga legislatif.
            Bukan hal yang tak mungkin juga jika pemuda memasuki lembaga eksekutif. Bahkan jika perlu menjadi presiden. Pemilihan presiden secara langsung menjadikan kesempatan pemuda untuk memimpin bangsa ini adalah sebuah hal mungkin. Jika belum memungkinkan untuk tahun 2009 ini, minimal anggota kabinet atau para menteri yang nanti akan dipilih sebagian harus diisi oleh para aktifis pemuda.
            Semantara itu, unofficial actors adalah mereka yang berperan dalam proses pengambilan kebijakan tanpa kewenangan atau tugas secara hukum sebagai hak berpartisipasi dalam demokrasi. Mereka yang termasuk dalamunofficial actors adalah partai politik, kelompok kepentingan (interest group), media massa, organisasi riset dan warga negara sebagai individu. Peran mereka dalam pengambilan kebijakan lebih bersifat tidak langsung.
            Partai politik selain sebagai sarana untuk mengantarkan anggotanya menjadi anggota parlemen juga bisa memiliki peran lain. Peran lain yang dimiliki partai politik adalah melalui gerakan non-parlemen. Gerakan ini bisa berupa pendidikan politik kepada masyarakat, penggalangan opini massa hingga pengerahan massa melalui demonstrasi. Gerakan non-parlemen ini dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi proses pengambilan kebijakan.
            Peran media massa dalam perencanaan agenda dan mobilisasi opini diungkapkan oleh Dye (2005). Media massa memiliki kekuatan besar dalam mengarahkan agenda pengambilan kebijakan yang harus diambil oleh pemerintah. Kekuatan media ini terletak dalam kemampuannya untuk melakukan mobilisasi opini dengan cara mempengaruhi masyarakat melalui jaringan media yang dimiliki. Mereka bisa menentukan apa yang layak untuk dibicarakan oleh masyarakat atau menjadi opini umum serta isu apa yang masuk dalam keranjang sampah.
            Oleh karena itu, pemuda harus memiliki peran yang besar dalam media massa. Peran pemuda di bidang ini sangat penting agar mereka bisa mempengaruhi opini masyarakat. Sudah saatnya pemuda menjadi penulis, reporter, jurnalis, redaksi dan profesi lain di bidang media. Media massa harus dikuasai karena seperti yang dikatakan Alvin Toffler “siapa yang menguasai informasi maka dia akan menguasai dunia”.
            Organisasi riset atau lembaga penelitian juga menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan. Dye (2005) menyatakan bahwa mereka berperan sebagai lembaga yang memformulasikan kebijakan yang akan diambil pemerintah. Semua pemerintahan di dunia pasti memiliki lembaga penelitian sebagai think tank. Hal ini juga dilakukan pemerintahan orde baru dengan CSIS sebagai dapur pengolah kebijakannya.
            Pemuda bisa berperan di sini dengan mendirikan lembaga penelitian yang bertugas untuk menyiapkan konsep Indonesia baru. Konsep di bidang ekonomi, politik, pendidikan dan bidang lainnya. Lembaga ini bisa menawarkan konsepnya kepada siapapun yang akan menjadi pemimpin bangsa ini.
            Kelompok kepentingan atau interest groups juga memiliki peranan penting. Dye (2005) menyebutkan bahwa mereka bisa terlibat dalam memformulasikan kebijakan dan legitimasi kebijakan itu sendiri. Kelompok ini bisa mempengaruhi proses pengambilan kebijakan pemerintah melalui berbagai cara.  Diantaranya yaitu direct lobbyingkepada lembaga legislatif maupun eksekutif, kampanye, proses litigasi melalui jalur hukum dengan cara class actionterhadap kebijakan pemerintah dan mobilisasi masyarakat dengan cara demonstrasi atau yang lainnya untuk mempengaruhi pemerintah dan parlemen.
            Bentuk kelompok kepentingan ini biasanya berupa non government organization (NGO) atau lembaga swadaya masyarakat (LSM). Para pemuda juga bisa memberikan kontribusi terhadap proses pengambilan kebijakan dengan cara mendirikan LSM. Lembaga yang didirikan harus fokus dalam bidang tertentu agar wilayah garapannya tidak terlalu luas. Kekuatan lembaga ini adalah mereka bisa bebas bergerak tanpa sekat wilayah, budaya, agama dan sebagainya.
            Kontribusi pemuda masa kini untuk kemajuan bangsa tidak hanya bisa dilakukan melalui satu jalur saja. Banyak jalan menuju Roma, pepatah mengatakan seperti itu. Banyak jalan untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Kita tidak harus semuanya bersaing untuk masuk dalam lingkaran kekuasaan melalui pemilihan umum. Ada jalan lain yang bisa kita tempuh, walaupun jalan tersebut mungkin sepi dari popularitas dan fasilitas.

Penutup
Pemuda kapanpun dan dimanapun ia berada adalah harapan bagi bangsanya. Harapan untuk perbaikan dan kemajuan ada di tangan mereka. Oleh karena itu, pemuda harus memiliki idealisme yang tinggi untuk bisa menanggung beban yang diberikan di pundaknya.
Peran pemuda dalam setiap episode sejarah tentu berbeda. Skenario yang akan dimainkan pasti tidak sama karena kebutuhannya pun sudah berbeda dari waktu sebelumnya. Saat ini pemuda bisa menjadi bagian dari official actors dalam proses pengambilan kebijakan dengan cara masuk dalam lingkaran kekuasaan melalui lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kontribusi pemuda juga bisa melalui unofficial actors dengan mempengaruhi kebijakan pemerintah dari luar. Caranya dengan masuk dan berperan dalam partai politik, media massa, kelompok kepentingan atau interest group, organisasi riset atau lembaga penelitian.
Apapun dan bagaimanapun kontribusi pemuda dibutuhkan oleh bangsa ini. Kita tidak bisa menilai bahwa yang duduk dalam kekuasaan memiliki kontribusi yang lebih besar daripada mereka yang aktif untuk memberdayakan masyarakat. Jabatan atau kedudukan bukanlah tujuan. Ia hanyalah sarana untuk mencapai tujuan. Orang baik adalah orang yang paling banyak memberikan manfaat  kepada orang lain. Semoga kita menjadi salah satunya.


by : RT alakhni81